MURATARA | Murataraklik.com – Persoalan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) kembali menjadi sorotan. Setelah selama hampir satu tahun masyarakat di sejumlah kecamatan mengeluhkan dampak aktivitas PETI, Bupati Muratara H. Devi Suhartoni akhirnya turun langsung meninjau lokasi PETI yang berada di antara Desa Lubuk Mas dan Jangkat.
Tak hanya melihat kondisi di lapangan, Bupati Devi Suhartoni bahkan turun dan berenang langsung ke kawasan perairan yang diduga terdampak aktivitas PETI tersebut. Langkah itu menjadi bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam melihat secara langsung kondisi sungai dan lingkungan yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat.
Keluhan terkait aktivitas PETI disebut telah disampaikan masyarakat dari sejumlah wilayah, mulai dari Kecamatan Rawas Ulu, Rupit, Karang Dapo hingga Rawas Ilir.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran karena sungai tidak hanya menjadi sumber air, tetapi juga menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat serta habitat berbagai jenis biota sungai.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Devi Suhartoni menyerukan agar seluruh pihak bersama-sama menjaga lingkungan Muratara.
“Mari kito jago hutan Muratara. Mari kito jago sungai-sungai Muratara. Mari kito jago biota-biota sungai. Air sumber kehidupan,” tegasnya.
Menurutnya, persoalan kerusakan lingkungan akibat aktivitas PETI tidak bisa lagi dibiarkan berlarut-larut. Kondisi di lapangan dinilai sudah nyata dan membutuhkan tindakan tegas dari aparat penegak hukum.
“Dak pacak diilak lagi, barang ko nyato nian,” ungkapnya.
Bupati menegaskan, pemerintah daerah telah melihat langsung kondisi yang dikeluhkan masyarakat. Karena itu, penanganan persoalan PETI membutuhkan langkah konkret dan ketegasan seluruh pihak yang memiliki kewenangan.
Masyarakat berharap aktivitas PETI yang berpotensi merusak sungai, hutan dan ekosistem dapat segera ditertibkan. Mereka juga meminta adanya penegakan hukum yang tegas agar kerusakan lingkungan tidak semakin meluas.
Sebab, bagi masyarakat Muratara, sungai bukan sekadar aliran air. Sungai merupakan sumber kehidupan, tempat bergantungnya masyarakat dan bagian dari kekayaan alam yang harus dijaga untuk generasi mendatang.
Mari kito jago hutan Muratara. Mari kito jago sungai. Mari kito jago biota sungai. Karena air adalah sumber kehidupan.(Habi)

