MURATARA | Murataraklik.com – Nama Desa Maur Baru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), kini ikut mencuri perhatian di tingkat nasional. Desa ini berhasil masuk dalam 15 peserta terbaik Online Evaluation Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026, membawa nama Muratara bersaing dengan desa dan kelurahan dari berbagai provinsi di Indonesia.kamis,(10/9/2026)
Capaian tersebut bukan sekadar soal masuk daftar nominasi. Bagi Pemerintah Desa Maur Baru, prestasi ini menjadi bukti bahwa desa di daerah mampu berbicara di tingkat nasional ketika pengelolaan data dijadikan bagian penting dalam perencanaan pembangunan.
Berdasarkan Lampiran II Surat Nomor B-360/04300/VS.510/2026 tertanggal 3 September 2026, Desa Maur Baru tercatat sebagai salah satu peserta Online Evaluation Desa Cantik 2026 dan berada pada urutan kedua dalam daftar 15 desa/kelurahan peserta.
Desa Maur Baru tercatat dengan kode wilayah 1613040006 dan mewakili Kabupaten Musi Rawas Utara, Provinsi Sumatera Selatan.
Posisi tersebut menempatkan Maur Baru dalam satu daftar bersama desa dan kelurahan dari sejumlah daerah di Indonesia, di antaranya Sumatera Utara, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara hingga Sulawesi Tengah.
Kades: Data Bukan Sekadar Angka
Kepala Desa Maur Baru, Adi Karel kerli, menyambut capaian tersebut dengan rasa syukur. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Pusat Statistik (BPS) yang selama ini memberikan pendampingan dan pembinaan kepada pemerintah desa melalui program Desa Cantik.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih atas pendampingan dan pembinaan dari pihak BPS melalui program Desa Cantik. Desa Maur Baru bisa masuk dalam 15 nominasi terbaik nasional,” ujar Karel kareli.
Menurut Adi Karel kareli, program Desa Cantik tidak hanya memberikan pemahaman mengenai statistik, tetapi juga membuka cara pandang baru bagi pemerintah desa dalam melihat pembangunan.
Ia menegaskan, data tidak boleh berhenti sebagai angka di atas kertas. Data harus mampu menjadi pijakan dalam menentukan kebijakan dan program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Menurut kami, data bukan hanya angka. Dengan mengenal dan memahami statistik, kami lebih mudah menentukan arah dan kebijakan pembangunan ke depannya,” katanya.
Pernyataan tersebut menegaskan satu hal penting: pembangunan desa tidak cukup hanya berdasarkan perkiraan atau kebiasaan. Semakin akurat data yang dimiliki, semakin kuat pula dasar pemerintah dalam menentukan prioritas pembangunan.
Dengan data yang dikelola secara baik, pemerintah desa dapat memetakan kondisi masyarakat, melihat kebutuhan prioritas, menyusun program secara lebih tepat sasaran hingga melakukan evaluasi terhadap hasil pembangunan.
Maur Baru Bawa Nama Muratara
Masuknya Desa Maur Baru dalam 15 peserta Online Evaluation Desa Cantik 2026 sekaligus menjadi momentum penting bagi Kabupaten Musi Rawas Utara.
Maur Baru kini bukan hanya membawa nama desanya sendiri. Desa tersebut ikut membawa nama Muratara ke ruang evaluasi statistik tingkat nasional.
Adapun 15 desa/kelurahan peserta Online Evaluation Desa Cantik 2026 yakni:
1. Maga Dolok – Mandailing Natal, Sumatera Utara
2. Maur Baru – Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan
3. Rindu Hati – Bengkulu Tengah, Bengkulu
4. Sidodadi – Pesawaran, Lampung
5. Kaposang – Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung
6. Setabelan – Surakarta, Jawa Tengah
7. Bulak Banteng – Surabaya, Jawa Timur
8. Pengambengan – Jembrana, Bali
9. Bongkasa Pertiwi – Badung, Bali
10. Praya – Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
11. Rarang Selatan – Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat
12. Sumber Sari – Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
13. Bumi Rahayu – Bulungan, Kalimantan Utara
14. Limbu Sedulun – Tana Tidung, Kalimantan Utara
15. Lolu Utara – Palu, Sulawesi Tengah.
Capaian tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah prestasi di atas kertas. Pemerintah Desa Maur Baru didorong untuk menjadikannya sebagai titik tolak memperkuat tata kelola data, pelayanan publik dan perencanaan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.
Sebab, desa yang memiliki data kuat akan memiliki pijakan yang lebih jelas dalam menentukan arah pembangunan.
Maur Baru kini tidak sekadar mencatat angka. Desa ini sedang menunjukkan bahwa data dapat menjadi kekuatan untuk membaca persoalan, menentukan prioritas, dan menyusun masa depan pembangunan.
Dan dari Maur Baru, nama Muratara kini ikut berkibar di panggung Desa Cantik tingkat nasional.(Habi)



