MUSI RAWAS | Murataraklik.com – PDI Perjuangan Kabupaten Musi Rawas memperkuat konsolidasi organisasi dengan melantik sebanyak 145 pengurus dari 14 Pengurus Anak Cabang (PAC), Rabu (4/11/2026). Kegiatan berlangsung di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Musi Rawas, Megang Sakti.
Pelantikan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat struktur partai sekaligus menggerakkan kader hingga tingkat ranting dan anak ranting.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Musi Rawas, Azandri, S.IP., menegaskan bahwa terbentuknya kepengurusan PAC harus diikuti kerja nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial. Seluruh kader diminta memperkuat konsolidasi dan menjalankan instruksi partai hingga tingkat bawah.
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan, H. Devi Suhartoni, dalam arahannya menekankan pentingnya soliditas, loyalitas, dan kepedulian terhadap sesama kader.
Ia mengingatkan bahwa kekuatan partai tidak hanya diukur dari besarnya struktur organisasi, tetapi juga dari kepedulian terhadap kader yang menghadapi persoalan, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan hingga persoalan sosial.
Devi juga meminta seluruh pengurus membuka komunikasi dua arah agar aspirasi kader dapat tersampaikan dan ditindaklanjuti. Menurutnya, partai harus hadir memberikan perhatian kepada keluarga besar organisasi.
Selain itu, ia mengajak kader aktif bergerak di tengah masyarakat tanpa harus menunggu memiliki dukungan finansial. Menyapa warga, mendengarkan keluhan, serta memperjuangkan aspirasi masyarakat merupakan bagian penting dari kerja politik.
Ia turut mengingatkan agar seluruh kader menjaga loyalitas, menghindari kepentingan pribadi yang dapat memicu konflik internal, serta memperkuat koordinasi dalam menghadapi agenda politik mendatang.
Penguatan organisasi tersebut juga menjadi bagian dari roadmap politik PDI Perjuangan Sumatera Selatan periode 2027–2031, dengan fokus pembenahan struktur dan penguatan gerakan hingga tingkat paling bawah.
Melalui pelantikan 145 pengurus PAC ini, Devi berharap seluruh jajaran partai semakin solid, aktif membangun komunikasi, serta mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kader harus selalu mengingat pesan Bung Karno bahwa pemimpin berasal dari rakyat dan bukan berada di atas rakyat.(Habi)

