Bupati Muratara Lantik 62 Pejabat, Tegaskan Disiplin, Integritas dan Kejujuran dalam Melayani Rakyat

Bagikan berita :

Murataraklik.com – Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), H. Devi Suhartoni, secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan 62 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara, yang terdiri dari pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, dan pejabat fungsional, Jumat (13/03/2026).

Pelantikan yang berlangsung di Lantai II Kantor BPKAD Muratara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati H. Junius Wahyudi, Sekretaris Daerah, Kepala BKPSDM, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Devi Suhartoni menegaskan bahwa pelantikan dan rotasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam pemerintahan sebagai bentuk penyegaran organisasi sekaligus upaya meningkatkan kinerja birokrasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal.

Menurutnya, sejumlah pejabat yang telah lama menduduki satu jabatan perlu dilakukan rotasi agar mampu memberikan kontribusi yang lebih luas di tempat yang baru, terutama pada dinas-dinas strategis yang berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Mutasi ini adalah bagian dari penyegaran organisasi. Ada pejabat yang sudah cukup lama berada di satu posisi sehingga perlu ditempatkan di tempat lain agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi daerah,” tegas Bupati.

Bupati juga menekankan kepada seluruh pejabat yang dilantik agar menjunjung tinggi disiplin, integritas, serta kejujuran dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur pemerintah.

Ketika menerima jabatan, kita telah bersumpah untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Disiplin harus dimulai dari diri sendiri, kemudian diterapkan kepada seluruh jajaran,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar para pejabat tidak hanya bekerja ketika pimpinan hadir, tetapi tetap menunjukkan komitmen kerja setiap hari demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Selain itu, Bupati Devi Suhartoni juga menyinggung kondisi keuangan daerah yang saat ini menghadapi tantangan cukup berat. Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2026 Kabupaten Muratara mengalami koreksi anggaran sekitar Rp180 miliar akibat pengurangan transfer dari pemerintah pusat.

Kondisi ini tentu berdampak pada sejumlah program pembangunan daerah yang harus disesuaikan. Karena itu seluruh OPD harus memahami situasi ini dan menyampaikannya secara jujur kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia meminta para kepala OPD untuk proaktif memberikan penjelasan kepada masyarakat tanpa menyalahkan pihak lain serta menghindari framing yang dapat menimbulkan kesalahpahaman.

“Jelaskan secara jujur kepada masyarakat. Jangan saling menyalahkan. Kita harus bersama-sama mencari solusi,” kata Bupati.

Bupati juga menyoroti masih banyaknya kebutuhan pembangunan di Kabupaten Muratara, mulai dari perbaikan sekolah, pembangunan jalan hingga jembatan di beberapa wilayah yang masih memerlukan perhatian.

Oleh karena itu, ia berharap para pejabat yang baru dilantik mampu menjadi penggerak pembangunan sekaligus komunikator yang baik kepada masyarakat, sehingga setiap program pemerintah dapat dipahami dengan baik oleh rakyat.

Jabatan ini adalah amanah. Ada yang mungkin senang dengan jabatan baru, ada juga yang belum. Namun yang terpenting adalah bagaimana kita tetap bekerja dengan baik untuk kemajuan daerah,” pungkasnya.

Pelantikan tersebut diharapkan dapat memperkuat kinerja pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik demi mewujudkan Kabupaten Musi Rawas Utara yang lebih maju dan bermartabat.(Habi)

Bagikan berita :

You cannot copy content of this page