Murataraklik.com – Suasana haru bercampur bangga menyelimuti prosesi pelepasan siswa kelas XII SMA Negeri Rupit tahun 2026 yang berlangsung khidmat di aula sekolah. Sebanyak 319 siswa resmi dilepas setelah menuntaskan seluruh rangkaian pendidikan dan ujian akhir.
Acara tersebut dihadiri oleh pengawas SMA/SMK Provinsi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas Utara, Kepala BKPSDM, Kapolsek Rupit, Ketua Komite Sekolah, tokoh masyarakat, serta orang tua siswa.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas Utara menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Ia menyampaikan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya berfokus pada jenjang SMA, melainkan dimulai dari pendidikan dasar hingga menengah.

“Kami memiliki target dalam dua hingga tiga tahun ke depan agar tidak ada lagi anak di Musi Rawas Utara yang buta huruf. Program ini dimulai dari tingkat PAUD, TK, hingga SD sebagai fondasi utama pendidikan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa untuk jenjang SMA, pihak kabupaten terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah provinsi guna memastikan mutu pendidikan tetap terjaga dan berkembang.
“Kami berharap para lulusan ini dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau berkontribusi positif di masyarakat, membawa nama baik daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri Rupit, Muhammad Arief, M.Pd., menyampaikan pesan mendalam kepada para siswa yang akan melanjutkan perjalanan hidupnya.
“Setelah hari ini, kami tidak lagi memiliki kewenangan untuk mengajar kalian. Namun ingatlah, guru tidak akan pernah hilang dalam kehidupan kalian, bahkan hingga akhir hayat,” tuturnya penuh haru.
Ia juga menekankan pentingnya menghormati orang tua, menghargai jasa guru, serta menjauhi sifat sombong sebagai bekal utama dalam kehidupan.
Perwakilan sekolah, Saddam husin, menjelaskan bahwa seluruh siswa yang dilepas telah memenuhi seluruh persyaratan kelulusan.
“Sebanyak 319 siswa telah mengikuti ujian akhir dan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Secara aturan, mereka dinyatakan layak sebagai lulusan tahun 2026,” jelasnya.
Dari total tersebut, sebanyak 27 siswa tercatat sebagai lulusan berprestasi.
Rangkaian kegiatan turut dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni, penyampaian pesan dan kesan dari siswa, serta prosesi simbolis pelepasan. Momen paling mengharukan terjadi saat siswa dan orang tua saling berpelukan, menandai berakhirnya masa putih abu-abu.
Pelepasan ini tidak hanya menjadi penutup perjalanan pendidikan di bangku SMA, tetapi juga awal langkah baru bagi para lulusan dalam meraih masa depan. Acara ditutup dengan doa bersama serta ucapan selamat dan sukses dari seluruh tamu undangan.(Habi)



